Pada hari Jum’at tanggal 12 April 2019 sekira pukul 09.00 WIB bertempat di Ruang Sidang Cakra pada Kantor Pengadilan Negeri Sumber Kelas IB, telah diadakan Rundown acara siraman rohani dalam rangka Isra Mi,raj dan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440H. Acara langsung di buka dengan pembacaan Kalam Illahi oleh Ust. Nawawi. Dilanjutkan sambutan oleh Ketua Pengadilan Negeri Sumber Kelas IB, Bapak MUHAMMAD DJAMMIR, S.H., MH.

Kemudian acara inti di isi dengan ceramah Ust. Tohid tentang :

  1. Makna dalam Isra Mi’raj

Isra Mi'raj yang biasa diperingati umat muslim setiap tahunnya adalah satu di antara peristiwa besar dalam islam. Karena dalam peristiwa Isra Miraj yang terjadi pada 27 Rajab di zaman Rasulullah, Nabi Muhammad menerima perintah melaksanakan shalat 5 waktu. Adapun secara istilah, Isra adalah perjalanan Rasulullah SAW bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Palestina) berdasarkan firman Allah SWT :

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى                                                

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1). 

Miraj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Allah Memerintahkan Shalat. Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 rakaat shalat sehari semalam.

Kemudian saya turun menemui Musa AS. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”.

Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya.

Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Israil”. Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”.

Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”.

Dia berkata:“Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa AS, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap salat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 salat.

  1. Iman dan Taqwa dalam menyambut Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dinanti-nantikankan oleh seluruh ummat muslim, Bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang diberkahi oleh Allah SWT untuk membentengi diri dari perbuatan keji dan munkar. Untuk menyambutnya supaya memperoleh keimanan dan ketaqwaan yang sempurna, tidak hanya taqwa yang sekedar kata-kata akan tetapi harus sesuai dengan pengamalannya. Baik dari segi tingkah lakunya, ucapannya bahkan seluruh prilakunya mencerminkan kesejukan dan kelemah lembutan serta ketaatan dalam menjalankan syariat dari Allah SWT.

Namun bagi setiap muslim yang mengerjakan setiap ibadahnya harus dilandasi dengan niat yang ikhlas. Kebersihan hati dari ria dan dengki dari mempamerkan ibadah-ibadah yang dikerjakan akan tetapi setiap ibadah yang dikerjakan selama Ramadan haruslah ikhlas dan benar-benar dari hati sanubari untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW riwayat Abu Hurairah RA, "Sesungguhnya, amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Bila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Jika shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah SWT mengatakan, "Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunah? Maka shalat sunah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya, seperti itu. Bila shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya dan jika shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya." (HR ath-Thabarani).

 

  1. Suami yang Soleh

Sosok suami shalih adalah sosok yang di idam-idamkan oleh wanita. Sosok suami shalih yang sejati adalah figur yang memberikan pendidikan dan agama islam, serta bertanggung jawab bagi keluarganya. Tatkala salah satu yang bisa membentuk suami shalih selain diri sendiri adalah sosok figur wanita yang di belakangnya. Istri yang soleha akan membentuk pribadi suami yang salih dan anak-anak yang soleh soleha. Demikianlah betapa wanita soleha akan mampu menjadikan suami shalih dan rumah tangganya berkah . Dan lelaki shalih yang bersanding dengan wanita shalihah, insyaa Allah bahtera pernikahan akan mendapat naungan dan rahmat Allah Ta’ala. Sungguh membahagiakan hati ketika cinta dan kasih sayang yang dibangun di atas pondasi iman kepada Allah Ta’ala dan meneladani sunnah-sunnah Rasul-Nya terwujud dalam biduk rumah tangga Anda.

Acara Rundown siraman rohani dalam rangka Isra Mi,raj dan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1440H ditutup dengan doa bersama semoga apa yang telah di sampaikan oleh Ust Tohid bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Amin